Dari sejarah pengungsi Vietnam di Kepulauan Riau hingga tantangan migrasi masa kini
Seminar Internasional dan Misa Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026 akan digelar di Batam pada 20 September 2026 ini. Diselenggarakan oleh Stella Maris Batam, International Organization for Migration (IOM) akan hadir melalui Shafira Ayunindya, Head of Counter Trafficking and Labour Mobility, IOM Indonesia.
Shafira akan menjadi salah satu narasumber dalam seminar yang mengangkat tema “Dari Kerentanan Menuju Martabat: Mewujudkan Migrasi yang Aman dan Teratur”, pada Minggu, 20 September 2026 di Pacific Palace Hotel, Batam.
IOM merupakan organisasi antarpemerintah yang bekerja untuk mendorong migrasi yang aman, tertib dan manusiawi, sekaligus memperkuat perlindungan dan kesejahteraan para migran. Di Indonesia, IOM telah hadir sejak 1979, antara lain dalam pemrosesan pengungsi Vietnam yang tiba di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Sejarah tersebut memiliki kedekatan tersendiri dengan Kepulauan Riau. Pada masa krisis pengungsi Indochina, IOM terlibat dalam berbagai proses penanganan dan mobilitas pengungsi Vietnam, termasuk dalam operasi penyelamatan, penyaringan dan perjalanan lanjutan dalam konteks krisis Vietnamese boat people.
Kini, tantangan migrasi telah berkembang. Salah satu perhatian IOM di Indonesia adalah pencegahan perdagangan orang (counter-trafficking) dan migrasi tenaga kerja (labour mobility), termasuk upaya memastikan proses migrasi berlangsung aman dan melindungi mereka yang berada dalam situasi rentan.
Perspektif tersebut sangat relevan dengan isu yang akan dibawa Stella Maris Batam, khususnya terkait perekrutan dan penempatan ABK dan Awak Kapal Perikanan (AKP), transparansi biaya, perlindungan pekerja serta pencegahan eksploitasi dan perdagangan orang.
Kehadiran Shafira Ayunindya diharapkan membawa pengalaman IOM dalam membangun tata kelola migrasi dan perlindungan pekerja ke dalam konteks Batam sebagai kota industri dan maritim.


