Don't Miss

Find us here

“Bahkan jika hanya satu dari anak-anak ini”: Tema Hari Migran Sedunia 2026 diumumkan

Gereja Katolik memperingati Hari Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia ke-112 pada hari Minggu, 27 September 2026, dengan memberikan sorotan khusus pada anak-anak dan anak di bawah umur yang bermigrasi (minors on the move).

Hari Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia tahun ini akan berpusat pada anak-anak dan anak di bawah umur yang sedang bermigrasi, seraya mengingatkan kembali kewajiban untuk menyambut setiap dari mereka sebagaimana diajarkan oleh Injil.

“Bahkan jika hanya satu dari anak-anak ini” (“Even just one of these children”) adalah tema yang dipilih oleh Paus untuk edisi ke-112 peringatan hari tersebut, yang akan dirayakan pada Minggu, 27 September 2026. Keputusan ini diumumkan oleh Dikasteri untuk Memajukan Pembangunan Manusia Integral.

Judul tersebut diambil dari ayat Kitab Suci Injil Matius 18:5: “Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

Kepedulian Gereja terhadap Anak-Anak yang Berpindah

Dalam pernyataan resminya, dikasteri tersebut menjelaskan: “Dengan pilihan ini, Bapa Suci bermaksud menyatakan kepedulian Gereja terhadap anak-anak di bawah umur yang terlibat langsung dalam migrasi, seraya mengingatkan kewajiban untuk menyambut masing-masing dari mereka, sebagaimana diajarkan oleh Injil.”

Dikasteri tersebut juga mencatat bahwa ini bukanlah pertama kalinya para Paus berbicara secara otoritatif mengenai persoalan ini. Kendati demikian, situasi migrasi saat ini menghadirkan tantangan-tantangan baru yang secara serius mengancam hak-hak serta martabat kelompok termuda di antara kita, sehingga membutuhkan tanggapan yang segera dan efektif.

Oleh karena itu, persoalan ini bukan sekadar membahas angka statistik atau persentase, karena “bahkan jika hanya satu anak” pun memiliki nilai yang paling tinggi dan utama.

Paus dijadwalkan akan merilis pesan resmi untuk Hari Sedunia ini beberapa minggu menjelang hari pelaksanaan perayaan tersebut.

Sekilas tentang Asal-Usul Hari Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia

Asal-usul Hari Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia dapat ditelusuri kembali ke tahun 1914, beberapa bulan sebelum pecahnya Perang Dunia I. Tersentuh oleh drama jutaan warga Italia yang bermigrasi ke luar negeri sejak awal abad ke-20, Paus Pius X menyerukan kepada seluruh umat Kristiani untuk mendoakan para migran.

Beberapa bulan kemudian, penggantinya, Paus Benediktus XV, memlembagakan Hari Migran untuk mendukung karya pastoral bagi para emigran Italia secara rohani maupun material.

Pada tahun 1952, Hari Migran mengambil makna yang lebih luas dan bersifat internasional, di mana Gereja-Gereja di seluruh dunia dipanggil untuk memilih tanggal guna merayakannya dalam kalender liturgi.

Santo Yohanes Paulus II adalah Paus pertama yang menerbitkan pesan tahunan—dimulai sejak tahun 1985—untuk menyoroti situasi dan tantangan khusus yang dihadapi oleh orang-orang yang berpindah tempat, serta menyerukan kepada Gereja untuk memberikan tanggapan yang nyata. Pada tahun 2004, Dewan Kepausan untuk Perawatan Pastoral bagi Migran dan Orang-orang yang Bepergian memperluas cakupan peringatan tersebut hingga mencakup para pengungsi, dengan mengubah namanya menjadi Hari Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia.

Sumber: Vatican News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Most Viewed

Recent News

Berita kegiatan Stella Maris Batam |Home Far Away from Home

Find us here

Recent Topics

Log In

Eror: Formulir kontak tidak ditemukan.