x

Stella Maris UK Dorong IMO Wujudkan Tema Hari Maritim Sedunia 2026: Dari Kebijakan ke Praktik

waktu baca 4 menit
Kamis, 24 Sep 2026 07:47 3 admin

Stella Maris menyambut tema Hari Maritim Sedunia 2026, “From Policy to Practice: Powering Maritime Excellence”, dan menyerukan agar berbagai standar serta perlindungan internasional bagi pelaut dan nelayan benar-benar dirasakan dalam kehidupan kerja sehari-hari.

Seruan tersebut disampaikan melalui surat resmi Stella Maris UK Chair Robert Ashdown dan CEO/National Director Tim Hill MBE kepada Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO) Arsenio Dominguez, bertepatan dengan peringatan World Maritime Day pada 24 September 2026. Menurut Stella Maris, tema tahun ini memiliki relevansi kuat dengan pelayanan organisasi tersebut yang selama lebih dari satu abad mendampingi para People of the Sea, termasuk pelaut, nelayan, dan keluarga mereka di berbagai belahan dunia.

Stella Maris menilai bahwa standar internasional, tanggung jawab pemilik kapal, peran otoritas maritim, serta dukungan kesejahteraan yang kuat dapat memberikan perubahan positif terhadap kehidupan para pekerja di sektor maritim. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan bahwa perlindungan yang telah disepakati di tingkat internasional dapat diterapkan secara konsisten dan benar-benar dirasakan oleh mereka yang bekerja di laut.

Masih Ada Kesenjangan antara Kebijakan dan Realitas

Dalam surat tersebut, Stella Maris mengakui adanya banyak praktik baik di industri maritim. Para pemilik dan pengelola kapal, otoritas pelabuhan, organisasi kesejahteraan, serta para profesional maritim terus berupaya memberikan dukungan kepada pelaut. Banyak pelaut juga menjalankan profesinya secara profesional, tangguh, dan penuh kebanggaan, dengan dukungan perusahaan yang memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan awak kapal.

Namun, pengalaman pastoral Stella Maris di berbagai pelabuhan juga menunjukkan bahwa perjalanan dari policy to practice masih menghadapi berbagai persoalan.

Pelaut masih menghadapi ancaman konflik bersenjata dan serangan terhadap pelayaran sipil, pembajakan dan penahanan, upah yang tidak dibayarkan, jam kerja berlebihan, kesulitan memperoleh shore leave atau kesempatan turun ke darat, keterbatasan akses terhadap layanan medis, hingga kasus penelantaran (abandonment).

Surat tersebut mencatat bahwa sepanjang 2025 terdapat 410 kasus baru penelantaran pelaut yang dilaporkan, yang berdampak terhadap lebih dari 6.000 pelaut. Sementara itu, nelayan migran dan pekerja maritim rentan lainnya menghadapi risiko eksploitasi dan kekerasan yang lebih besar.

Pelaut Sipil di Tengah Konflik dan Ketegangan Geopolitik

Stella Maris juga menyoroti tekanan luar biasa yang dihadapi pelaut sipil ketika ketegangan geopolitik memasuki ruang maritim.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Selat Hormuz, Laut Merah, dan Laut Hitam menunjukkan bahwa pelaut sipil dapat berada di tengah situasi berisiko tinggi, meskipun mereka menjalankan tugas untuk mempertahankan kelancaran perdagangan global.

“Para laki-laki dan perempuan ini menopang perdagangan global. Karena itu, keselamatan, martabat, dan kesejahteraan mereka harus tetap menjadi bagian utama dari sistem maritim internasional,” demikian substansi pesan Stella Maris dalam surat tersebut.

Hak Dasar Pelaut Harus Terlihat dalam Kehidupan Sehari-hari

Melalui jaringan pelayanan di berbagai pelabuhan dunia, Stella Maris melihat secara langsung bagaimana standar internasional dapat berjalan dengan baik ketika diterapkan secara bertanggung jawab.

Namun, organisasi ini juga menemukan pelaut yang kesulitan menggunakan hak shore leave, menunggu pembayaran upah yang tertunda, membutuhkan bantuan untuk mendapatkan perawatan medis, atau terisolasi di atas kapal ketika menghadapi situasi yang tidak pasti.

Karena itu, Stella Maris menegaskan pentingnya kemitraan antara pemerintah, negara bendera kapal (flag States), negara pelabuhan (port States), pemilik kapal, perusahaan atau pemberi kerja, pelaut, serikat pekerja, organisasi kesejahteraan, serta seluruh komunitas maritim.

Kemitraan tersebut diperlukan agar komitmen internasional tidak berhenti sebagai kebijakan dan dokumen, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan.

Lima Prioritas Perlindungan Pelaut

Dalam rangka mewujudkan tema World Maritime Day 2026, Stella Maris mendorong penguatan sejumlah langkah praktis, yaitu:

  1. Implementasi dan penegakan perlindungan pelaut secara konsisten;
  2. Akuntabilitas yang efektif dan intervensi tepat waktu ketika kewajiban tidak dipenuhi;
  3. Akses terhadap shore leave, layanan medis, komunikasi, dan dukungan kesejahteraan independen;
  4. Respons yang cepat dan terkoordinasi terhadap kasus penelantaran pelaut; serta
  5. Perlindungan praktis bagi pelaut yang bekerja di wilayah konflik dan kawasan berisiko tinggi.

Stella Maris juga menekankan pentingnya mengidentifikasi dan membagikan praktik-praktik baik dari bagian industri maritim yang telah berhasil menerjemahkan kebijakan menjadi peningkatan keselamatan, kesejahteraan, dan kondisi kerja.

Tolok Ukur Utama: Pengalaman Pelaut

Bagi Stella Maris, keberhasilan kebijakan maritim pada akhirnya harus dapat diukur dari pengalaman nyata seorang pelaut.

Seorang pelaut harus dapat memperoleh perawatan medis ketika membutuhkan, berkomunikasi dengan keluarga dan orang-orang terdekat, mendapatkan kesempatan shore leave, menerima upah secara layak dan tepat waktu, kembali ke rumah setelah menyelesaikan kontrak kerja, serta bekerja dalam kondisi aman dan bermartabat.

Dengan demikian, maritime excellence tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan manusia yang menjadi penopang industri maritim global.

Stella Maris menyambut kepemimpinan IMO yang menempatkan implementasi sebagai inti dari tema World Maritime Day 2026. Organisasi tersebut menyatakan kesiapannya untuk terus bekerja bersama IMO, negara-negara anggotanya, mitra industri, dan seluruh komunitas maritim guna menerjemahkan komitmen internasional menjadi perbaikan nyata dalam kehidupan para pelaut dan nelayan.

sumber: Stella Maris UK

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x