x

104 Pengaduan Pelaut di Batam, Stella Maris Dorong Perlindungan yang Lebih Holistik

waktu baca 3 menit
Rabu, 7 Okt 2026 06:30 6 admin

RP. Ansensius Guntur: Pelaut Berperan Strategis bagi Perdagangan Dunia dan Ketahanan Pangan

Perlindungan terhadap pelaut dan awak kapal perikanan tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan bantuan ketika persoalan muncul. Pendampingan pastoral, penguatan keluarga, peningkatan literasi, advokasi kebijakan dan kolaborasi lintas lembaga perlu berjalan secara bersamaan.

Pesan tersebut disampaikan RP. Ansensius Guntur, CS (Romo Yance), Direktur Stella Maris Batam, dalam Seminar Internasional Minggu Migran dan Pengungsi 2026 yang diselenggarakan Stella Maris Batam di Pacific Palace Hotel, Batam (20/9/2026).

Dalam paparannya bertajuk “Pastoral Pelaut: Kenapa Penting?”, Romo Yance menempatkan pelaut sebagai kelompok yang memiliki kontribusi sangat besar terhadap kehidupan masyarakat global. Ia menyoroti peran pelaut dalam perdagangan dunia, ketahanan pangan, sekaligus menegaskan pilihan Gereja untuk hadir bersama kelompok yang miskin dan terpinggirkan.

Pelaut dan ekonomi dunia

Romo Yance memaparkan sekitar 90 persen perdagangan dunia berlangsung melalui laut. Pada saat yang sama, awak kapal perikanan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan karena aktivitas mereka berhubungan langsung dengan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Karena itu, persoalan yang dihadapi pelaut dan awak kapal perikanan tidak dapat dipandang sebagai persoalan sektoral semata. Di balik aktivitas perdagangan dan perikanan global terdapat manusia yang bekerja dalam lingkungan dengan karakteristik khusus, jauh dari keluarga dan menghadapi berbagai risiko selama berada di laut.
Perspektif tersebut menjadi dasar bagi Stella Maris untuk memberikan perhatian pastoral kepada pelaut dan keluarganya.

Dalam paparannya, Romo Yance menjelaskan bahwa Stella Maris Batam merupakan bagian dari jaringan internasional yang berdedikasi melayani pelaut dan pekerja migran pada umumnya.

Kunjungan kapal menjadi salah satu ativitas rutin Stella Maris Batam. Melalui kunjungan tersebut, para relawan Stella Maris berinteraksi langsung dengan awak kapal, memberikan pendampingan serta membuka ruang komunikasi bagi para pelaut yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Stella Maris Batam menerima berbagai pengaduan dari pelaut. Pada 2026 tercatat 104 pengaduan. Data tersebut memperlihatkan bahwa persoalan pelaut membutuhkan mekanisme pendampingan yang nyata dan mudah diakses.

Jenis pengaduan yang ditampilkan dalam materi antara lain berkaitan dengan gaji tidak dibayarkan, kasus narkoba, asuransi jiwa dan kontrak kerja. Dari grafik yang dipresentasikan, persoalan gaji yang tidak dibayarkan menjadi jenis pengaduan yang paling dominan.

Romo Yance menegaskan bahwa pelayanan terhadap pelaut perlu bergerak dari pendampingan individual menuju perubahan sistem. Dalam paparannya, Stella Maris Batam mengelaborasi tiga agenda utama advokasi kebijakan, yakni: implementasi Ratifikasi ILO C188,  Tata kelola perekrutan dan penempatan, Structure Cost atau struktur biaya.

Ketiga isu tersebut berkaitan langsung dengan upaya membangun sistem migrasi dan ketenagakerjaan maritim yang lebih aman, transparan dan memberikan perlindungan kepada pekerja.

Perlindungan juga dimulai dari keluarga

Salah satu aspek yang ditekankan Stella Maris Batam adalah pendampingan terhadap keluarga pelaut. Romo Yance menunjukkan tiga bidang literasi yang menjadi perhatian, yaitu literasi keuangan, literasi hukum dan literasi digital.

Pendekatan ini penting karena dampak pekerjaan di laut tidak hanya dirasakan oleh pelaut, tetapi juga oleh keluarga yang ditinggalkan. Kemampuan keluarga dalam mengelola keuangan, memahami aspek hukum serta menggunakan teknologi secara bijak menjadi bagian dari ketahanan keluarga pelaut.

Membangun jejaring dan memperkuat relawan

Untuk memperluas dampak pelayanan, Stella Maris Batam juga membangun collaboration and networking dengan berbagai pihak. Romo Yance menyampaikan sejumlah kegiatan pertemuan dan kolaborasi lintas lembaga sebagai bagian dari penguatan pelayanan kepada pelaut dan komunitas maritim.

Pada sisi lain, Stella Maris Batam juga mengembangkan formation for volunteers. Materi mencatat sejumlah topik pembinaan relawan, antara lain sharing ABK, peran media dalam isu kemaritiman, bumi sebagai rumah bersama dan keprotokoleran.*

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x